ILK : KUMPULAN ORANG-ORANG SOK PINTAR


1390228394325640141

ILK ITU : MENYEBALKAN

ILK (Indonesia Lawak Klub) yang merupakan parodi dari ILC (Indonesia Lawyers Club) adalah program komedi yang dikemas dalam bungkus yang berbeda dari bungkus program komedia lainnya. Nggak perlu mengandalkan stereoform yang bakalan dihancur-hancurin juga akhirnya seperti acara  komedi lainnya.

ILK seolah komit bahwa mereka akan berusaha menampilkan imej yang fresh tentang pelawak Indonesia, bahwa pelawak-pun memiliki knowledge. Memang sih, tampang-tampang mereka rata-rata menyebalkan, dengan setelan berjas dan berdasi. Seperti Cak Lontong yang tampangnya cocok untuk di bully, atau Komeng si tua badung, Fitrop si sok culun, Rico Ceper yang nge-pas banget untuk diceperin lagi, Denny Chandra yang belagak sok expert mo ngalah-ngalahin otak Karni Ilyas, trus siapa lagi? Oh…nah, Cici Panda, si pedagang bangkrut yang selalu ngeluh di setiap segmen yang membahas tentang bisnis atau perdagangan contohnya pada segmen yang membahas tentang pedagang kaki lima, online shopper dan juga pembahasan tentang calo. Juga Ronald Suryapradja, si sok solution maker ini dengan alis dan bibirnya yang carut-marut setiap kali dia mengutarakan sesuatu misalnya tips-tips, apa kurang menyebalkan tuh?

Tapi…. Nah, ada tapinya nih…. Justru tampang-tampang menyebalkan mereka-lah yang membuat acara ini hidup. Hari ke hari makin menunjukkan peningkatan, malah katanya rating ILK udah mementalkan rating YKS dan OVJ, ck…ck…ck…

ILK ITU : KUMPULAN ORANG-ORANG SOK PINTAR

ILK ini saya ibaratkan kumpulan dari orang-orang yang sok pintar. Tapi itu yang membuat ILK spesial dan benar-benar berbeda dari lawakan lainnya. Saya senang mendengar hasil survey konyol-nya Cak Lontong, tapi tolong deh… Jangan diulangin lagi adegan dimana Cak Lontong dihadirkan belakangan seperti episode “Calo”, perasaan kok adegan ini seolah ingin menguji rasa penasaran penonton ketik Cak Lontong tidak berada di kursinya. Memang diakui, ILK tanpa Cak Lontong pasti terasa kurang, nggak sama seperti waktu Komeng atau Rico Ceper absen, sama sekali tidak mempengaruhi apapun. Nah itu sudah cukup, Cak Lontong udah punya penggemar sendiri, jadi nggak usah pake acara muncul belakangan sok telat padahal enggak. Toh pada saat muncul juga, sambutan penonton nggak semeriah setiap kali Sule hadir di panggung OVJ. Sepala, kalo nggak ada di kursi, ya udah nggak usah hadir saja sekalian, jadi disitu terlihat, timpang nggak ILK?

Fitrop dimana-mana tetap lebay, jadi saya nggak bisa salahkan dia kalo di ILK juga makin lebay. Selain Oki Lukman, saya juga penggemar Fitrop. Dua karakter yang berbeda namun mampu mengocok perut penontonnya. Fitrop mungkin tidak semelejit Oki Lukman, mudah-mudahan di ILK, nama dan kemampuannya mulai diperhitungkan. Suka istilah yang pernah dilontarkannya, “saya merasa seperti kerak nasi di pinggiran magic jar” – hahahaa…..!

Benar atau enggak-nya ILK menggunakan voice over untuk menghadirkan gelak tawa ratusan penonton padahal jumlah penonton di ruangan hanya berkisar 50-an, siapa yang perduli? Saya tidak! Mau dikatakan pembodohan? Saya nggak merasa dibodohi, itu sah-sah saja, yang aneh justru kalau ILK menggunakan voice over untuk menghadirkan tawa dari puluhan monyet padahal nggak ada monyet yang hadir di ruangan, ya nggak?

ILK ITU : PEMILIK SEGUDANG ISTILAH DAN SINGKATAN

ILK selalu memiliki singkatan-singkatan yang menggelitik, istilah-istilah itu adalah singkatan dari jabatan/posisi yang tengah di emban oleh masing-masing personil. Bisa dikatakan istilah dan singkatan-singkatan tersebut terkesan maksa, tapi ya namanya dunia komedian, apa bedanya dengan kartun yang tokoh kartunnya digilas mobil dan tokohnya menjadi ceper lalu bisa di pompa kembali untuk bisa menjadi seperti semula. Intinya, sekalipun terkesan maksa tapi kalo hasilnya mengundang gelak tawa? Nggak ada salahnya toh? Dan saya suka sekali dengan buku yang di-publish oleh Ronald Suryapradja di segmen “Calo” yang judulnya disingkat menjadi “Rahmat Kartolo”. Apa kepanjangannya? Tanya aja sen’dri….

Denny Chandra udah jelas memiliki jam terbang yang tinggi dalam dunia lucu-lucuan, jadi eksistensinya di ILK saya rasa nggak perlu diragukan lagi. Yang jelas, posisinya nggak perlu digantikan oleh orang lain. Tamu boleh berganti, tapi Denny….? Irreplaceable… cieee…. Nggak ‘caya? Coba aja deh gantiin… Pasti ILK nggak berumur panjang sekalipun penggantinya jauh lebih lucu dan lebih sok pintar dari Denny :p

Cici Panda, waaahh… Kurang klop rasanya kalo nggak ngeliat mba’ yang satu ini ngomel-ngomel gara-gara dagangannya bangkrut karena kehadiran pedagang kaki lima. Cocok banget ngomelnya, cocok banget gaya dagangnya, dan juga istilah “Tocipa” nya alias “Toko Cici Panda” hahahaa…. Pesan saya nih, tetaplah berpegang teguh dengan peran pedagangnya, peran Agnez Mo-nya jangan dilanjutin, nggak cocok sama sekali. Apa yang mirip coba dari Cici dengan Agnez selain hidung yang sama-sama pesek?

Nah giliran Komeng sang komedian yang nggak pernah mati. Malah akhir-akhir ini dibanjiri tawaran job. Memang, kalo rejeki itu nggak lari kemana… komeng dari dulu tetap lucu, banyolannya yang badung, selalu mengumpankan Adul, komedian spontan yang ternyata berhasil menggeser rating Sule! Ck..ck..Luar biasa. Tapi saya salut dengan eksistensi-nya Komeng, walau terkesan rada kasar di acara “Saatnya Kita Sahur” yang suka nge-bully Adul dan Jeng Kelin, tapi terlihat banyak perubahan pada diri si tua badung ini. Mungkin dia sadar kali ye, lawakan nggak selamanya lucu dengan menyiksa teman sendiri sekalipun nyiksanya ‘nggunai sponge atau stereoform hehehee….

Kehadiran Kang Maman sebagai Notulen memang terkesan serius dan menjurus kaku. Sesi akhir dari acara ini akan menghadirkan pria botak yang saya juluki “Bald-Men” ini. Keseriusan yang tertuang dari setiap kalimat-kalimat yang dibacakannya di penghujung acara seolah mengukuhkan eksistensi dari ILK itu sendiri bahwa dalam setiap canda tawa pasti selalu ada hikmah yang bisa dipetik.

KESIMPULAN TENTANG ILK

Selama ILK tetap berpegang pada formasi inti yaitu Denny Chandra, Fitrop, Komeng, Cici Panda dan Cak Lontong, saya yakin ILK tidak akan keluar jalur. Kehadiran cewek-cewek cantik di ruangan, anggap aja penyegar hehehe…. Asal nggak terjadi cinlok aja, atau akan berakhir seperti Extravaganza.

Sebelumnya udah saya singgung diatas, bahwa ILK sama sekali tidak menggunakan properti untuk menunjang kelucuan seperti Stereoform yang udah dibentuk seapik mungkin namun berakhir konyol di panggung terutama di tangan pemerannya. Saya melihatnya seperti tidak ada penghargaan sama sekali. Untuk membentuk stereform menjadi mobil, rumah, wastafel, dsb-nya, butuh keahlian looh…. Nah di acara lawakan kebanyakan, stereoform yang udah dihias dan dibentuk bagus-bagus malah dihancurin. Rata-rata seperti itu.  Nah di ILK, saya tidak melihat properti tambahan untuk menunjang suasana menjadi semakin lucu, dan sama sekali tidak ada penggunaan bahan-bahan untuk saling menyakiti satu sama lain misalnya pukul-pukulan kepala dengan gabus, melempar tepung ke arah mulut salah satu pemeran atau yang lebih tidak enak dilihat lagi misalnya mendorong jidat atau belakang kepala salah satu pemain.

Intinya, ILK berhasil menciptakan imej baru tentang dunia lawakan di Indonesia. Imej yang mencerminkan bahwa lawakan di Indonesia tidak selamanya harus diwarnai kekerasan.

Salute !!!

3 thoughts on “ILK : KUMPULAN ORANG-ORANG SOK PINTAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s