TRIO DI PIALA DUNIA


PicsArt_1402830301488

Bursa taruhan mulai memanas, petaruh banyak menanam asa pada England pada saat akan menjalankan pertandingan perdananya melawan Italy (Minggu, 15 Juni 2104). Tapi lagi-lagi pepatah “Bola Itu Bundar” terbukti. Inggris (England) harus tunduk pada keganasan Italy yang nampak tersinggung dengan tendangan jarak jauh Sturridge yang nyaris menjebol gawang mereka di menit awal pertandingan.

Apakah ini bentuk kepongahan atau ajang pembuktian status bahwa Inggris bukanlah Manchester United (nah..loohhh???), tapi penampilan perdana mereka benar-benar mengecewakan. Saya sendiri sebenarnya mengunggulkan Inggris, tapi begitu melihat adanya gap yang tercipta di kubu Inggris, mulai deh eneg ngeliatnya.

Sturridge yang dibangga-banggakan Hodgson untuk berduet dengan Gerrard dan Welbeck ternyata hanya bisa menciptakan 1 gol dan selebihnya yang terlihat hanyalah kepongahan dan keegoisan.

Tadi sempat nguping obrolan rekan yang tengah membahas pertandingan Inggris-Italy subuh tadi, mungkin hanya saya yang berpendapat beda. Menurut kacamata rayban saya (rayban gocengan beli di depan kantor pos pusat bulan lalu, haha!), penyebab kekalahan Inggris adalah karena adanya beberapa pemain Inggris yang mengira dirinya tengah bertanding di even bulutangkis ganda/trio putra. Seolah hanya ada 3 personil di tim Inggris. Liat aja Sturridge, niat banget mau jadi Man Of The Match. Kalo bola udah jatuh ke dia, nggak bakalan deh di oper ke pemain lain selain Sterling atau Welbeck. Selanjutnya seperti itu, kalo bola jatuh ke Sterling, maka di oper ke Welbeck dan Welbeck melempar ke Sturridge. Dan sejak Sturridge udah berhasil nyetak gol, Sterling malah menghambur-hamburkan kesempatan setiap kali menerima bola. Sering kali bola ditendang begitu saja padahal ada kans untuk bisa menciptakan gol dengan mengoper ke rekannya yang lain.

Mungkin itu juga sebabnya Welbeck akhirnya digantikan dengan pemain lain. Kalo akhirnya Sterling menerima kartu kuning, itu memang pantas. Soalnya terlalu over-react, over-lebay, suka njatuhin diri ngarepin pinalti atau tendangan bebas untuk Inggris. Biasa,,, penyakit buruk pihak yang deseperate dan nggak siap nerima kekalahan…

Dan nggak heran, kenapa gudang penyimpanan barang di bursa pegadaian yang dijalankan oleh teman saya kini sarat dengan barang-barang elektronik dan benda-benda bernilai lainnya yang laik gadai, itu karena para petaruh mengalami kekalahan besar dan menunda sementara untuk menebus barang gadaiannya.

Selaku pendukung fanatik Jerman, saya cuma berharap, menang atau kalah itu biasa. Selama kekalahan bukan karena keegoan perorangan atau beberapa orang seperti trio Sturridge, Sterling dan Welbeck, saya rasa kekalahan itu bisa dierima. Tapi ya kalo bisa Jerman menanglaaahhh….. hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s