BELANDA VS MEKSIKO : SEPERSEKIAN DETIK YANG MERUBAH SEGALANYA


Sneijder Robben

Tadinya sempat speechless waktu melihat skor pertandingan antara Belanda melawan Mexico menunjukkan kemenangan 1-0 atas Mexico. Semua pada riuh, bursa taruhan tadi malam tercatat 50 : 50 untuk kedua tim, tapi yang saya rasakan, kebanyakan yang hadir di ruangan adalah pendukung terbesar dari Mexico, atau kalau bisa lebih jujur lagi nih, kebanyakan dari mereka adalah yang bertaruh atas Mexico.

Tepat pada waktu babak kedua habis, saat saya berharap di menit tambahan akan ada perubahan, saat saya tengah menggigit kuku-kuku jari saya sambil pikiran melayang entah kemana, sebuah tendangan keras dari kubu Belanda membuat rekan saya melompat girang, berteriak “Gol” dengan kencang dan mendorong bahu saya tak kalah kencang, “Gol !!! Kemana aja?!” – ledeknya waktu tau saya tengah bengong. Saya memang sedang tidak memperhatikan layar, saya juga tidak tengah melamunin apapun, tapi memang pada saat itu saya tengah memandang ke arah yang berbeda.

Wesley Sneijder telah menyelamatkan kubu Belanda, jelas ini membuat saya lega, karena memang besar harapan saya Belanda akan bertemu dengan Jerman walaupun Jerman baru akan di tayangkan dini hari nanti (03.00 wib – 1 Juli 2014) melawan Aljazair.

Ini pertarungan hidup dan mati, babak kick-off, babak yang sangat menentukan karena yang kalah bakal ditendang keluar arena, alias balik kampung. Yang jelas Belanda lolos dan masih bisa bernafas lega, tinggal menunggu hasil dari Jerman.

Banyak yang berkomentar bahwa kemenangan Belanda hanya karena faktor keberuntungan saja, diselamatkan oleh hadiah pinalti dari wasit karena kesalahan yang dilakukan oleh Kapten tim Mexico atas Robben. Eksekusi berhasil dilaksanakan dengan mulus oleh Klaas-Jan Huntelaar sang raja pinalti. Ya kalau saya menilainya sih bukan seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran yang baik untuk tim-tim lainnya, termasuk kita yang awam. Bahwa sepersekian detik, bisa merubah segalanya. Seperti pada saat Wesley Sneijder berhasil membobol gawang Mexico, seperti aksi Robben yang tidak diantisipasi oleh kapten Mexico sehingga terjadi kesalahan fatal yang menguntungkan kubu Belanda.  Jadi intinya, keberuntungan tidak jatuh dari langit, keberuntungan datang dari sebuah kesalahan. Seberapapun tingginya posisi seseorang, apabila tidak waspada, akan sangat gampang untuk dijatuhkan. Jadi, kemenangan Belanda tidak bisa dipandang hanya sebagai suatu faktor keberuntungan, begitu juga tim-tim lain yang berhasil lolos dengan adegan yang serupa. Mereka sudah berusaha, Wesley tidak mau menyerah, Robben menggunakan otaknya untuk memperdaya lawan dengan aksi dan gerakannya yang alhasil menimbulkan kegeraman lawan dan berakhir dengan kesalahan fatal.

Belanda tidak menyerah sampai titik menit terakhir, tapi Mexico justru memperluas kelengahannya atas kemenangan mereka di awal, itu yang saya lihat. Trus, faktor keberuntungan itu apa dibeli??? Bagaimanapun, setiap hasil harus diapresiasi. Begitu juga dengan Mexico, perjuangan mereka sudah cukup patut diacungkan jempol bisa menahan Belanda hingga Belanda harus memutar otak untuk mematahkan pertahanan Mexico. Seperti juga saya mengapresiasi tim sepak bola dari Amerika yang pada tahun ini terlihat begitu cemerlang. Tentang bagaimana hasil akhir, berhasil atau gagal masuk perempat final, ya itu kita liat nanti.  Bagaimanapun juga, bukan kemenangan itu yang dinilai, tapi usaha dan kegigihan untuk menunjukkan sebuah perubahan positif itu yang perlu dipuji. Setuju ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s