MASIH DUNIA LAIN


MDL bersama salahbsatu peserta Uji Nyali yang tengah dinetralisir.

MDL bersama salah satu peserta Uji Nyali yang tengah dinetralisir.

 

Buat yang pengecut dan takut gelap apalagi berada di rumah sendirian, jangan coba-coba untuk nonton acara ini kalau nggak mau ditimpuk tetangga karena merasa terganggu dengan jerit ketakutan Anda.

Pemirsa Trans7 pasti udah nggak asing lagi dengan acara Masih Dunia Lain (MDL) yang sarat dengan aura mistik. Acara yang dibawakan oleh Nico Oliver ini memboyong paranormal Citra Prima dan pranormal lainnya secara bergantian dan mengemas Uji Nyali sebagai inti dari acara ini. Nah, bagi kamu yang mau mengetes sekuat apa nyali kamu, kenapa nggak nyoba mendaftar?

Uji Nyali itu sendiri kerap membuat pesertanya kesurupan dan fungsi paranormal disini sangat dibutuhkan untuk menetralisir si peserta. Peserta Uji Nyali berasal dari semua kalangan, tapi yang pastinya ada batas usia minimal dong. Nggak mungkin dong anak 7 tahun diizinkan ikut, bisa-bisa dibanned nih acara.

Banyak yang bilang acara ini penuh dengan rekayasa, penampakan-penampakan yang dirilis di youtube dikatakan palsu belaka. Yah, kalau soal penampakan sih, saya memang tidak begitu meyakininya. Soalnya, hantu nggak sembarangan menampakkan dirinya di depan kamera, apalagi kalau belum make-up-an, malu katanya!

Nah, berhubung pesertanya berasal dari semua kalangan, tak jarang pesertanya adalah mereka-mereka yang tengah menuntut ilmu atau yang sudah ber-ilmu dan ingin menguji kehebatan ilmu dan nyalinya. Saya beberapa kali menyaksikan peserta yang dihadirkan ke lokasi Uji Nyali terkesan menantang para penghuni lokasi dilaksanakannya Uji Nyali tersebut. Ada yang berakhir dengan menyandang title “Bernyali” seperti yang sering diucapkan Nico pada peserta yang berhasil melewati tantangan dan ada juga yang berakhir di lantai, tengkurap dan kesurupan.

Hal tentang kesurupan ini, saya suka bingung. Saya pernah melihat orang yang kesurupan. Dari sekian orang yang saya saksikan itu, saya mengambil kesimpulan bahwa orang yang tengah kesurupan, matanya akan terlihat nanar namun kosong. Ada yang hanya menggeram, ada juga yang menjerit histeris. Tapi saya belum pernah melihat orang yang kesurupan bisa menjawab pertanyaan kita dengan teratur, seperti “siapa nama kamu” – “siapa ini” – “apa pesan yang mau disampaikan”, dll.

Dari pengalaman saya, mereka yang tengah kesurupan, memiliki penglihatan dan pendengaran yang berbeda dengan kita pada saat itu. Mereka hanya menatap pada satu arah/titik dan akan menjerit begitu melihat/mendengar sesuatu yang membuatnya ketakutan. Orang yang tengah kesurupan mendapatkan kekuatan berlipat dari tenaganya pada saat dia dalam keadaan sadar sehingga harus ditangani/dipegang oleh beberapa orang. Dan orang yang tengah kesurupan adalah orang yang tengah dirasuki oleh roh halus yang memiliki trauma di masa hidupnya. Dengan begitu,  ketika kesurupan, seseorang akan lebih fokus pada trauma masa lalu si roh halus dan bukan pada pertanyaan kita.

Tentu saja ada saatnya kita bisa berkomunikasi dengan roh yang tengah merasuki tubuh seseorang, tapi setahu saya itu harus dilakukan dengan upacara/ritual khusus. Tapi, yah.. itu sih menurut pengalaman saya.

Bisa dikatakan, acara ini sering kecolongan dengan munculnya roh-roh tak terduga dan Nico cs jadi pada kelabakan untuk menenangkan peserta yang kesurupan. Saya suka mengamati acara ini dan memperhatikan setiap krjadiannya. Tapi saya nggak akan membahas soal benar tidaknya semua kejadian di acara ini. Terlepas dari skenario atau tidak, menurut saya MDL dikemas jauh lebih baik dari Uka-Uka tempo doeloe yang jelas-jelas maksain penonton untuk mengakui penampakan-penampakan yang tertangkap kamera atau Ghost Hunter yang lebih nggak jelas setannya si makhluk halus atau si cewek yang terlibat dalam acara itu, mengingat pakaian si cewek yg menggiurkan.

MDL sampai detik ini hanya melakukan uji nyali di wilayah yang terbatas, seperti dalam gedung tua misalnya dan hanya berkutat di wilayah jawa, kenapa nggak coba syuting di wilayah tak berbatas seperti di kaki gunung hutan Kalimantan misalnya, saya yakin nuansanya pasti berbeda karena makhluk halusnya juga beda. Tentunya harus mendatangkan paranormal yang jauh lebih handal dari yang sekarang juga hhhehee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s