MENTERI PANTAI


image

Terlahir dengan nama Susi Pudjiastuti, dari pasangan Haji Suwuh dan Hajjah Suwuh Lasminah, hanya mengecam pendidikan sampai kelas 2 SMA alias tidak tamat, namun berkat kegigihan, keuletan, keberanian dan jiwa pantang menyerahnya membuat wanita kelahiran 5 Januari 1965 ini diangkat menjadi Menteri Kelautan Dan Perikanan di kabinet Jokowi dan Jusuf Kalla.

Perjalanan karirnya hingga mencapai sukses seperti sekarang tidaklah singkat. Setelah didepak (dropped out) dari sekolahnya karena keaktifannya di organisasi Golput, Wanita yang kini berumur 49 tahun ini mulai berpikir untuk tetap ‘hidup’. Dengan itu beliau memutuskan untuk menjual perhiasannya dan mengantongi uang sebesar 750 ribu yang kemudian dijadikan modal awal untuk mengepul ikan di Pangandaran selama kurang lebih 13 tahun.

Jerih payahnya tidak sia-sia. Pastinya setelah melalui masa-masa sulit menjadi pengepul ikan, karena tidak ada usaha tanpa resiko, pada akhirnya Susi yang kini menjadi bahan kontroversi sehubungan dengan tatoo Phoenix di pergelangan kaki dan kebiasaan merokoknya, akhirnya sukses mendirikan pabrik pengolahan ikan yang mengandalkan lobster sebagai produk unggulannya. Produk tersebut diberi label “SUSI BRAND”

Seiring berkembangnya usaha perikanannya, Susi memutuskan untuk nekad mengajukan pinjaman ke Bank untuk membeli pesawat pertamanya Cessna Caravan seharga 20 miliar yang diperuntukkan untuk transportasi penyaluran lobster-lobsternya. Tentunya ada pasang surut dalam bisnis, begitu juga dengan bisnis yang tengah dikelola oleh Susi. Namun yang patut ditauladani adalah, beliau tidak pernah putus asa dan selalu melirik peluang yang ada. Ketika bisnis perikanan tengah mengalami kemerosotan, Susi mengalihfungsikan pesawatnya menjadi pesawat komersial dengan menyewakan pesawat tersebut kepada publik untuk segala keperluan. Jalan terbuka kembali ketika gempa tsunami melanda Aceh. Pesawat Cessna Caravan yang tadinya digunakan untuk mendistribusikan ikan-ikan lobster produknya, disewakan untuk bisnis kemanusiaan. Peristiwa tsunami merubah segalanya, dikarenakan hanya pesawat Susilah pesawat pertama yang pada saat itu mendarat di lokasi untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada korban tsunami.

Sekarang Susi Air sudah mengepakkan sayapnya, mengoperasikan 50 pesawat dengan beragam jenis yang berlokasi diantaranya Papua, Balikpapan, Sumatra dan Jawa. Kegigihan dan kesuksesannya telah mengantongi banyak penghargaan. Nah yang menarik tentang diri Ibu Susi ini adalah kecuekannya, sumpah…! Cuek abis!!! Sekalipun sudah mengantongi jabatan Menteri, beliau tidak lantas merubah imejnya, justru terang-terangan menunjukkan “Ini nih aslinya saya…” sambil menyalakan sebatang rokok usai pelantikan. Hal ini mengundang kontroversi baik di kalangan pemerintahan maupun masyarakat.

Ditengah gencarnya kampanye anti-rokok atau berhenti merokok atau apapun nama kampanyenya, Susi justru santai menikmati tiap hembusan asap rokok yang keluar dari bibirnya. Pemilik sekaligus Presiden Direktur PT. ASI PUDJIASTUTI MARINE PRODUCT yang bergerak di bidang eksportir perikanan dan PT. ASI PUDJIASTUTI AVIATION yang bergerak di bidang bisnis penerbangan dan penyewaan pesawat ini mungkin tengah tertawa, “Santai aja, asap rokok saya tidak akan membunuh ikan-ikan di laut. Lain halnya kalau saya diangkat jadi Mentri Kesehatan….”

Keberanian dan kecuekannya ini juga yang membuat dirinya mendapat julukan “Susi Gila”. Itu dikarenakan kritik-kritik pedas beliau yang diarahkan ke Pemerintahan yang nggak becus. Dimaklumi sih, tau deh gimana sistem pemerintahan jaman sekarang. Nah sekarang apa yang bisa kita petik dari sosok seorang Menteri wanita yang satu ini? – BANYAK !!!

Tegas – ulet – nggak jaim – cuek (pastinya) – berani dan tentunya : sosok pekerja keras yang layak dijadikan inspirasi untuk kita semua. Perjalanan hidup beliau yang sekarang dimulai dari nol (ya… emang sih, bukan pure NOL karena ada angka 750 di modal awal hehehe). Salut karena dengan 750rb bisa menyulap omset menjadi menjadi milyar-an rupiah. Bahkan banyak yang bermodal milyaran berakhir dengan merangkak.

Soal kebiasaannya merokok?
Yahhh…. Biarin ajalah, selama itu membuat beliau nyaman dan memicu konsentrasi kerjanya? Kenapa enggak? Toh kalo kenapa-kenapa, bukan paru-paru kita juga yang ikutan bolong, ya kan? Buat saya, kesan perokok yanv kerap di tampilkan pada profil beliau justru menggambarkan bahwa Ibu Susi tuh nggak munafik. Bisa aja kan beliau pura-pura manis dan mengaku sudah berhenti merokok (setelah dilantik jadi Menteri) tapi tetap aja sembunyi-sembunyi untuk mencuri peluang emas untuk bisa menikmati sebatang rokok. Bayangin dalam sebuah rapat kabinet penting Ibu Susi kerap keluar masuk ruangan hanya gara-gara mulutnya asam pengen ngerokok? Maksimal nggak hasil kerjanya ke depan?

Soal Tato Phoenix di pergelangan kaki? Lha itu kan keren? Lambang tersebut jelas memiliki arti dan makna khusus bagi Ibu Menteri kita yang satu ini. Kebanyakan awam kan menato tubuhnha dengan gambar yang general: naga, kupu-kupu, hati (baik utuh maupun terbelah atau juga tertancap panah – tergantung sikon), bunga mawar (baik mawar merah ataupun hitam, tegak maupun layu), nama Ibu, nama pasangan (baik yang dulu pernah mengecewakan, meninggalkan kesan terdalam, pasangan yang sekarang ataupun pasangan hayalan), tribal, sayap dan masih banyak lagi tato yang bergambar umum alias pasaran. Nah tato Phoenix? Hayooo……

Ya sudah, ada baiknya kita dukung kinerja Ibu yang satu ini, mumpung masa jabatannya masih hangat!
Sekarang kan udah mulai terlihat walau masih baru beberapa hari dilantik, Ibu Susi sudah mengeluarkan fatwa untuk mendata semua kepemilikan kapal baik pemilik lokal, asing maupun kapal asing yang bekerjasama dengan lokal. Semangat ya Bu !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s