MARY JANE FIESTA VELOSO


AmandaGallery – Akhirnya 8 terpidana mati kasus narkoba telah dieksekusi dengan estimasi waktu 29 April, pukul 00.25 WIB, hari Rabu, 2015 di Nusakambangan – Jawa Tengah.

Kedelapan napi yang telah dieksekusi tersebut adalah: 2 dari Australia yaitu  Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, 1 dari Ghana  Martin Anderson, 3 dari Nigeria  Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze, 1 dari Brazil Rodrigo Gularte dan terakhir dari negeri sendiri Indonesia yaitu Zainal Abidin.

image

Tadinya, ada 9 orang yang akan dieksekusi, termasuk Mary Jane Fiesta Veloso yang berasal dari Philipina dan satu-satunya wanita yang akan dieksekusi. Tapi pada akhirnya, di menit-menit terakhir Mary Jane dinyatakan lolos dari hujaman peluru eksekutor setelah munculnya berita adanya pengakuan dari pihak/orang yang mengaku dirinyalah yang telah meletakkan narkoba tersebut ke dalam tas yang dibawa Mary Jane.

Ini berita baik dan saya pribadi senang mendengar berita ini. Terlepas dari ‘person’ yang disebut telah mengaku dan menyerahkan diri di Philipina adalah rekayasa semata untuk menyelamatkan Mary Jane, tapi kita lihat sisi kemanusiaannya saja. Ada 2 anak yang masih membutuhkan Ibunya, dua anak yang sangat terpukul ketika mendengar Ibunya akan dieksekusi mati di Indonesia.

image

Image: rappler.com

Banyak hal yang mendukung untuk dibatalkannya eksekusi mati terhadap Ibu dari 2 anak ini. Antara lain dikatakan bahwa Mary Jane adalah korban dari trafficking, begitu juga pada saat ditangkap Mary Jane tidak didampingi kuasa hukum dan penerjemah karena Mary pada saat tertangkap sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Akibatnya dalam persidangan Mary Jane sering ngelantur dalam menjawab pertanyaan hakim. Contohnya ketika ditanya “Are you regret?” Yang disambut Mary dengan jawaban “No”.  Kalau sekarang sih, Mary udah fasih berbahasa Indonesia, medok aksen Jawa lagi!

Dan tentu masih ada faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan untuk membatalkan eksekusi terhadap Mary, salah satunya adalah faktor kemanusiaan.

Saya ikut trenyuh juga waktu mendengar penggalan isi surat Mary Jane yang ditujukan kepada Presiden RI yang antara lain kalimatnya, “ijinkan saya untuk membesarkan kedua anak saya”.

Diperkirakan, pihak yang berwenang akan menginvestigasi kebenaran dari pernyataan bahwa pelaku ‘asli’ yang menaruh narkoba ke dalam tas Mary Jane sudah menyerahkan diri ke kepolisian di Philipina dan mengakui semua perbuatannya. Tapi intinya, Mary Jane harus tetap hidup. Dia harus hidup untuk kedua anaknya.

Posted by : ⊙ AG ⊙

2 thoughts on “MARY JANE FIESTA VELOSO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s