D’ACADEMY ASIA (FITRI SELESAI BERTUGAS SEBAGAI OBJEK PENDERITA)


ft

FITRI BERAKHIR DI 4 BESAR

Akhirnya Fitri (Malaysia) satu-satunya finalis yang sempat tersenggol dan diselamatkan oleh Wild Card hanya bisa bertahan sampai ke posisi 4 Besar. Walaupun begitu, usaha Fitri untuk bisa sampai ke babak ini cukup diacungkan jempol walau lolosnya dia  sempat menjadi kontroversi. Terlepas dari semua hujatan yang dilayangkan ke arahnya setelah Evi tersenggol, sebenarnya ini bukan mutlak kesalahannya. Dia juga nggak sepantasnya disalahkan karena ini bukan keputusannya. Kasian kan..

D’ACADEMY ASIA PERLU PEMBENAHAN DAN HARUS LEBIH JELI DALAM MENANGGAPI PROTES NETIZEN

D’Academy Asia sudah salah set sejak awal dengan menggugurkan satu-persatu peserta dari luar hingga menyisakan sebagian besar peserta dari Indonesia. Pihak penyelenggara terlambat menanggapi protes dari netizen yang nota-bene dianggap haters dan selalu jadi bahan gosipan komentator di setiap acara yang ditayangkan LIVE ini. D’Academy Asia bukanlah “Asia” kalau pada akhirnya di Grand Final hanya menyisakan finalis dari Indonesia, maka digugurkanlah satu-persatu finalis Indonesia dimulai dari Aty Kodong yang kalah adu poin dengan Fitri di Grup B sekaligus babak terakhir penyisihan grup untuk mendapatkan finalis di 6 Besar yang menyisakan  Irwan, Lesti, Danang, Evi (Indonesia) kemudian Shiha dan Fitri (Malaysia).

Disinilah drama dimulai.
Lagi-lagi di 6 Besar, Irwan, finalis Indonesia digugurkan saat beradu poin dengan Fitri dan posisi Evi diturunkan ke peringkat 3 dan Shiha di peringkat 4. Waktu itu Danang berada di peringkat 1 sementara Lesti di peringkat 2.

Fitri melenggang ke 5 Besar beserta 4 finalis lainnya (3 dari Indonesia dan 2 dari Malaysia). Tapi disinilah kepelikan itu terjadi. Seharusnya, kalau dalam penilaian yang adil dan berakal sehat, pada babak itu Fitri-lah yang seharusnya tersenggol, bukan Shiha ataupun Evi. Tapi kalau Fitri buru-buru disenggol, maka selanjutnya (kalau berdasarkan penilaian yang adil dan berakal sehat juga), giliran Shiha-lah yang semestinya tersenggol dan bukannya Evi.

SIAPA OBJEK PENDERITA DI D’ACADEMY ASIA?

Itulah sebabnya Fitri dipertahankan sebagai pelengkap isi dari drama ini berperan sebagai objek penderita. Seperti makan buah simalakama, dimakan Bapak mati, nggak dimakan Mamak mati!
Kalau Fitri disenggol, maka nggak ada jalan bagi Shiha untuk bisa duduk di 3 besar. Karena Evi bukanlah tandingan Shiha. Kalau yang tersisa adalah Evi, Danang Dan Lesti maka acara ini tidak sah disebut D’Academy Asia karena hanya menyisakan finalis dari Indonesia. Supaya terlihat pantas, mau nggak mau Evi akhirnya dikorbankan. Supaya kalo di 4 besar nanti nggak terlalu mencolok saat adu poin antara Fitri dan Shiha. Keputusan juri yang melengserkan Evi,  menuai kemarahan dari semua pendukungnya. Dan dengan melo-nya juri berkelit bahwa kemarahan para pendukung itu dikarenakan finalis Indonesia yang tersenggol dan bukannya finalis dari Malaysia seperti yang sempat diucapkan Zul. Saya rasa, kemarahan pendukung Evi sama sekali tidak berhubungan dengan siapa dan dari negara mana. Penonton itu nggak bodoh dan  cukup bijak untuk menilai. Apa yang diucapkan Zul itu hanya bentuk pembelaan diri yang tak beralasan. Kalau penonton Indonesia hanya memihak finalis Indonesia, kenapa mereka justru protes ketika peserta luar digugurkan satu-persatu? Itu salah satu bukti bahwa orang Indonesia tidak seperti yang dikatakan Zul, penonton hanya ingin adanya keadilan dan kewarasan saat memberikan penilaian, itu saja.

Evi kalah bukan karena dia tidak layak atau tidak pantas, juri dan pihak penyelenggara hanya tidak menginginkan dia lanjut demi kelangsungan acara ini yang tinggal beberapa langkah lagi menuju final. Betul yang dikatakan Bunda Hetty Koes Endang. “Nasib finalis ada di tangan juri”. Mengingat kejadian Evi ini, saya menyimpulkan pernyataan itu bahwa keputusan juri tidak mutlak menentukan kualitas.

Selanjutnya, untuk meninggalkan kesan “dag-dig-dug”, skor Lesti digoyang dikit supaya turun 1 peringkat dibawah Danang, agar terkesan kejar-kejaran, dan sekarang skor Danang lagi yang diobrak-abrik. Padahal tanpa nunggu final-pun, nama pemenang sudah dikantongi  dari awal-awal-awal hari.

Kalau Fitri akhirnya tersenggol di Babak 4 besar, itu memang sudah semestinya. Fitri juga sudah menyadari itu.

Sekarang sudah terpilih siapa yang masuk di Grand Final. 2 finalis dari Indonesia dan 1 finalis dari Malaysia, jadi udah sah kan “Asia”nya?🙂

gf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s